OJK Prediksi Pembiayaan Meningkat Jelang Idul Fitri Seiring Kebutuhan Masyarakat

Senin, 09 Maret 2026 | 12:36:42 WIB
OJK Prediksi Pembiayaan Meningkat Jelang Idul Fitri Seiring Kebutuhan Masyarakat

JAKARTA - Menjelang perayaan Idul Fitri, aktivitas ekonomi masyarakat biasanya mengalami peningkatan yang cukup signifikan. 

Kebutuhan konsumsi yang lebih besar, mulai dari belanja rumah tangga hingga kebutuhan usaha kecil, membuat permintaan pembiayaan dari berbagai lembaga keuangan ikut meningkat. Kondisi ini diperkirakan kembali terjadi pada periode Ramadan hingga Lebaran tahun ini.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat adanya peluang pertumbuhan penyaluran pembiayaan di berbagai sektor industri jasa keuangan. Momentum Ramadan dinilai menjadi salah satu periode penting bagi masyarakat maupun pelaku usaha kecil untuk memperoleh tambahan dana guna memenuhi kebutuhan musiman.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman menyampaikan bahwa tren peningkatan pembiayaan menjelang Lebaran telah menjadi pola yang terjadi secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

“Periode Ramadhan hingga menjelang Lebaran menjadi momentum peningkatan penyaluran pembiayaan, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat serta tambahan modal kerja UMKM secara musiman,” ujar Agusman.

Menurutnya, kebutuhan pembiayaan biasanya meningkat karena masyarakat memerlukan dana tambahan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama Ramadan serta persiapan Lebaran.

Tren Pembiayaan Meningkat Saat Ramadan

Agusman menjelaskan bahwa secara historis, penyaluran pembiayaan menunjukkan tren pertumbuhan yang positif di sejumlah industri keuangan selama dua tahun terakhir. Beberapa sektor yang mencatat peningkatan antara lain industri pergadaian, multifinance, hingga pinjaman daring atau pindar.

Data menunjukkan bahwa industri pergadaian mengalami pertumbuhan penyaluran pembiayaan secara konsisten pada periode menjelang Lebaran. Pada Maret 2024, penyaluran pembiayaan di sektor ini tercatat tumbuh sebesar 1,78 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm).

Sementara pada periode yang sama di tahun berikutnya, tepatnya Maret 2025, pertumbuhan pembiayaan di industri pergadaian juga tetap positif dengan kenaikan sebesar 1,66 persen secara mtm.

Kondisi ini mencerminkan bahwa layanan pergadaian masih menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam memperoleh akses pembiayaan cepat, terutama ketika kebutuhan dana meningkat dalam waktu singkat.

Industri Pergadaian Dinilai Tetap Kompetitif

Di tengah berkembangnya berbagai layanan keuangan digital, industri pergadaian diperkirakan masih memiliki daya saing yang cukup kuat. Agusman menilai model pembiayaan berbasis agunan yang ditawarkan pergadaian tetap diminati oleh masyarakat.

Ia memperkirakan sektor pergadaian akan terus mencatat pertumbuhan positif meskipun harus bersaing dengan produk pembiayaan digital seperti pinjaman daring maupun layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater.

Produk pergadaian dinilai memiliki keunggulan tersendiri karena menawarkan proses pembiayaan yang relatif cepat dan mudah diakses oleh masyarakat. Selain itu, sistem agunan yang digunakan juga memberikan rasa aman bagi lembaga pembiayaan maupun pemberi pinjaman.

Di sisi lain, minat pelaku usaha untuk masuk ke industri pergadaian juga terlihat cukup tinggi. Agusman menyampaikan bahwa terdapat 165 pelaku usaha yang mengajukan izin usaha pergadaian sepanjang periode 1 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026.

Dengan adanya tambahan tersebut, jumlah perusahaan pergadaian berizin hingga Januari 2026 tercatat mencapai 223 perusahaan.

“Saat ini terdapat dua perusahaan yang sedang berproses meningkatkan lingkup usaha menjadi nasional sesuai ketentuan yang berlaku, dengan tetap mempertimbangkan aspek permodalan, tata kelola dan kesiapan operasional,” tuturnya.

Pembiayaan Multifinance Juga Berpotensi Naik

Selain pergadaian, industri pembiayaan atau multifinance juga diperkirakan mengalami peningkatan penyaluran dana selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri. Proyeksi ini didasarkan pada tren pertumbuhan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Maret 2024, penyaluran pembiayaan multifinance tercatat meningkat sebesar 2,05 persen secara bulanan. Pada periode tersebut, kualitas pembiayaan juga masih terjaga dengan tingkat pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 2,45 persen.

Sementara pada Maret 2025, pertumbuhan pembiayaan multifinance tercatat sebesar 0,78 persen secara mtm. Pada saat yang sama, tingkat NPF gross berada di angka 2,71 persen.

Angka tersebut menunjukkan bahwa meskipun terjadi peningkatan penyaluran pembiayaan, kualitas pembiayaan masih berada dalam kondisi yang relatif terjaga.

Dengan mempertimbangkan pola tersebut, OJK memperkirakan sektor multifinance akan kembali mencatat peningkatan aktivitas pembiayaan pada Ramadan tahun ini.

Pinjaman Daring Tetap Tumbuh dengan Risiko Terkendali

Potensi peningkatan pembiayaan juga terlihat pada industri pinjaman daring atau pindar. Agusman menyampaikan bahwa sektor ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Maret 2024, nilai penyaluran pembiayaan pada industri pindar meningkat hingga 8,9 persen secara mtm. Sementara pada Maret 2025, pertumbuhan pembiayaan di sektor ini tercatat sebesar 3,8 persen secara mtm.

Meskipun nilai pembiayaan terus meningkat, OJK menilai kualitas pendanaan di sektor ini masih berada dalam batas yang aman. Tingkat wanprestasi atau TWP90 diperkirakan tetap terjaga di bawah 5 persen selama periode Ramadan hingga Idul Fitri tahun ini.

Untuk menjaga kualitas pembiayaan tetap sehat, Agusman menekankan pentingnya penguatan sistem penilaian risiko kredit.

"Untuk itu, diperlukan antara lain penguatan credit scoring dan verifikasi borrower (peminjam) agar pertumbuhan selama momentum Lebaran tetap sehat dan berkelanjutan," imbuhnya.

Dengan berbagai indikator tersebut, OJK optimistis bahwa momentum Ramadan dan Idul Fitri akan kembali menjadi pendorong pertumbuhan pembiayaan di berbagai sektor industri jasa keuangan. Peningkatan kebutuhan masyarakat serta aktivitas ekonomi musiman dinilai akan terus menjadi faktor utama yang mendukung tren pertumbuhan tersebut.

Terkini