Danantara

Danantara Dorong Proyek Sampah Energi Kota Berkelanjutan

Danantara Dorong Proyek Sampah Energi Kota Berkelanjutan
Danantara Dorong Proyek Sampah Energi Kota Berkelanjutan

JAKARTA - Pendekatan pengelolaan sampah perkotaan kini diarahkan untuk memberi nilai tambah melalui konversi energi yang terukur. 

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengumumkan lima perusahaan China yang lolos seleksi dan berhak mengikuti tender sebagai Badan Usaha Pengembang dan Pengelola Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Selain China, perusahaan asal Perancis, Jepang, Singapura, dan Hong Kong terlibat dalam proyek PSEL.

Seleksi ini menyaring 24 perusahaan dari 200 entitas yang masuk Daftar Penyedia Teknologi (DPT). “Perusahaan-perusahaan yang mengikuti tender WtE kami wajibkan untuk membentuk konsorsium. 

Adanya konsorsium ini kami harapkan bisa memberikan transfer teknologi dengan perusahaan lokal atau pemda,” kata Fadli Rahman. Tahapan ini dirancang untuk memperkuat kesiapan teknis sekaligus mendorong kolaborasi lintas pelaku.

Fokus Wilayah Tahap Pertama PSEL

Tahap pertama PSEL difokuskan di Bali, Bogor, Bekasi, dan Yogyakarta. Wilayah tersebut dinilai paling siap secara administratif dengan krisis timbulan sampah yang memerlukan solusi terintegrasi. Penentuan lokasi juga mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan dukungan kebijakan daerah.

Danantara Indonesia telah meninjau setiap perusahaan penyedia teknologi yang masuk tahapan tender. Peninjauan ini mencakup kapabilitas teknis, rekam jejak proyek, serta kesiapan pengelolaan operasional jangka panjang. Proses ini dilakukan untuk memastikan proyek berjalan berkelanjutan dan akuntabel.

Fadli menuturkan, PSEL tidak hanya proyek teknologi, tapi juga bagian dari kebijakan publik lintas sektor terkait penanganan sampah perkotaan. Pendekatan ini menempatkan tata kelola sebagai fondasi agar manfaat proyek dirasakan luas. Integrasi kebijakan diperlukan agar pengelolaan sampah dan energi berjalan selaras.

Tata Kelola dan Mitigasi Risiko Proyek

Penyelenggara menekankan pentingnya tata kelola sejak tahap awal pemilihan mitra. “Kami juga ingin memastikan bahwa terjadinya tata kelola yang kuat sejak hulu, termasuk proses pemilihan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) PSEL yang transparan dan berbasis mitigasi risiko,” jelas Fadli. Prinsip ini diharapkan menjaga konsistensi mutu pelaksanaan proyek.

Pembentukan konsorsium menjadi prasyarat untuk memperkuat transfer teknologi dan peningkatan kapasitas lokal. Skema ini diharapkan mempercepat adaptasi teknologi PSEL di daerah. Kolaborasi dengan perusahaan lokal dan pemda juga mendorong keberlanjutan operasional.

Penyaringan ketat dimaksudkan untuk mengurangi potensi risiko teknis dan nonteknis. Evaluasi mencakup kesiapan pendanaan, kemampuan operasi, serta kepatuhan terhadap standar lingkungan. Dengan begitu, proyek PSEL diharapkan memberi dampak nyata bagi pengelolaan sampah perkotaan.

Profil Chongqing Sanfeng Environment Group Corp Ltd

Chongqing Sanfeng Environment Group Corp Ltd merupakan investor, pengembang, sekaligus operator fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah. Berdiri pada 2009 dan berkantor pusat di Chongqing, China, Sanfeng Environment dikenal sebagai pemegang lisensi teknologi grate incinerator dari Martin GmbH di Jerman. Teknologi itu kemudian dilokalisasi dan dikembangkan hingga mampu memproduksi sendiri peralatan PSEL.

Kemampuan produksi meliputi tungku pembakaran, pemurnian gas buang, hingga pengolahan residu. Pendekatan terintegrasi ini memperkuat kendali kualitas dari hulu ke hilir. Model operasional tersebut memudahkan adaptasi teknologi pada konteks lokal.

Hingga akhir 2023, teknologi dan peralatan Sanfeng telah diterapkan pada lebih dari 250 proyek PSEL. Implementasi itu mencakup lebih dari 400 lini insinerasi di berbagai negara. Kapasitas totalnya mencapai lebih dari 220.000 ton sampah per hari.

Profil Wangneng Environment Co Ltd

Wangneng Environment Co Ltd berkantor pusat di Huzhou, Zhejiang, dan beroperasi pada 2012. Perusahaan ini memanfaatkan sumber daya limbah dapur, pengolahan air limbah, pengolahan lumpur, serta daur ulang karet. Fokus tersebut memperluas spektrum pengelolaan limbah terintegrasi.

Danantara menjelaskan, Wangneng Environment mengubah limbah menjadi energi melalui pembakaran, gasifikasi, atau bioteknologi. Ragam pendekatan ini memberi fleksibilitas penerapan sesuai karakteristik wilayah. Pemilihan teknologi disesuaikan dengan komposisi sampah setempat.

Beberapa proyek yang telah dilakukan melibatkan instalasi pabrik pengolahan limbah. Perusahaan ini mencatat mampu menghasilkan 3,04 miliar kilowatt hour listrik bersih setiap tahun. Capaian tersebut menunjukkan skala operasional yang signifikan untuk mendukung kebutuhan energi.

Kolaborasi Global dan Dampak Lokal

Keterlibatan perusahaan dari berbagai negara memperluas basis pengetahuan dan praktik terbaik. Kehadiran mitra global diharapkan mempercepat adopsi teknologi PSEL yang sesuai standar lingkungan. Kolaborasi lintas negara juga membuka peluang pembelajaran operasional bagi mitra lokal.

Pembentukan konsorsium menjadi instrumen utama untuk memastikan alih teknologi berjalan efektif. Skema ini menempatkan perusahaan lokal dan pemda sebagai mitra aktif dalam pengelolaan proyek. Dengan begitu, kapasitas daerah dapat tumbuh seiring berjalannya proyek.

PSEL diproyeksikan menjadi solusi pengelolaan sampah perkotaan yang berkelanjutan. Tata kelola yang kuat dan mitigasi risiko diharapkan menjaga konsistensi manfaat proyek. Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar dampak energi dan lingkungan dapat berjalan seimbang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index