BICARAKEUANGAN.COM — Jerhemy Owen, kreator konten berpendidikan Environmental Science dari Belanda, merealisasikan advokasi lingkungan digitalnya menjadi aksi lapangan terukur. Melalui gerakan WENANAM yang dimulai 2025, ia memimpin rehabilitasi lahan kritis dari hulu Sungai Ciliwung, Bogor, hingga koridor habitat Gajah Sumatra di Aceh.
Skema Pembiayaan dan Perluasan Cakupan Restorasi
Pendanaan program berasal dari donasi publik yang dihimpun melalui kanal media sosial. Dana tersebut digunakan untuk merehabilitasi lahan sawit ilegal menjadi hutan agroforestri produktif di kawasan Leuser, Aceh Tamiang, dan Bener Meriah—wilayah yang masuk titik kritis konservasi.
Pada 2026, program Wenanam Sumatera berkembang masif setelah kolaborasi dengan WWF-Indonesia dimulai. Penanaman 270.000 pohon difokuskan untuk memulihkan fungsi ekologis sekaligus mengembalikan ekonomi warga sekitar hutan.
Gerakan Hulu-Hilir: Air Bersih dan Pengelolaan Sampah Perkotaan
Pendekatan Jerhemy tidak berhenti pada restorasi lahan. Melalui inisiatif WENGALIR, ia menghadirkan infrastruktur akses air bersih bagi sekitar 1.500 penduduk Desa Wokowoe dan Wokodekororo di Nusa Tenggara Timur. Program ini melengkapi upaya pemulihan lingkungan dari sektor hulu.
Untuk persoalan sampah perkotaan, Jerhemy mendirikan waste station mandiri di Jakarta pada 2026. Fasilitas ini menjadi proyek percontohan untuk mendorong budaya pemilahan sampah dari rumah, dengan rencana ekspansi ke sejumlah titik pengumpulan baru.
Pengakuan Anugerah Ekonomi Hijau dan Dampak ESG
Konsistensi Jerhemy terverifikasi melalui Anugerah Ekonomi Hijau dari detikcom. Penghargaan ini diberikan kepada korporasi, lembaga, atau organisasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap aspek environmental, social, and governance (ESG) berdasarkan penilaian komite asesmen.
Penilaian berfokus pada dampak sosial-ekonomi program terhadap masyarakat dan pemangku kepentingan. Inisiatif Jerhemy dinilai memenuhi kriteria tersebut karena menyentuh restorasi lahan, pemulihan ekonomi warga, serta ketersediaan air bersih, bukan sekadar kampanye pemanasan global.
Dengan model advokasi yang menggabungkan pengaruh digital dan eksekusi lapangan, Jerhemy menunjukkan bahwa gerakan lingkungan dapat berjalan dengan akuntabilitas donasi publik. Rencana jangka panjangnya adalah membangun lebih banyak titik pengumpulan sampah demi sistem pengelolaan lingkungan yang terintegrasi di Indonesia.