SAMARINDA — Kepala DPMPD Provinsi Kalimantan Timur Siti Sugiyanti menyatakan dukungan penuh terhadap Desa Kahala yang dinilai mampu menggerakkan berbagai elemen masyarakat untuk menekan angka stunting. Menurut dia, keberhasilan desa itu menunjukkan pencegahan stunting bukan semata urusan sektor kesehatan.
"Melalui berbagai program, kebijakan, inovasi, serta keterlibatan masyarakat, Desa Kahala membuktikan bahwa pencegahan stunting telah menjadi bagian dari pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, bukan hanya urusan sektor kesehatan," kata Siti di sela penilaian secara daring.
Siti menambahkan keterlibatan berbagai pihak membuktikan pencegahan stunting butuh kerja bersama dan dukungan berkelanjutan dari tingkat desa hingga pemerintah daerah. Keikutsertaan Desa Kahala diharapkan menjadi ruang memperlihatkan praktik baik sekaligus mendorong komitmen desa memastikan anak tumbuh sehat.
Kolaborasi Lintas Sektor dari Posyandu hingga Pendamping Desa
Kepala Desa Kahala Mahlan menjelaskan pihaknya memperkuat konvergensi percepatan pencegahan dan penurunan stunting lewat kolaborasi lintas sektor. Kolaborasi itu melibatkan tenaga kesehatan, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, pendamping desa, hingga masyarakat luas.
"Upaya dilakukan secara terpadu, mulai dari pemantauan tumbuh kembang anak usia 0-59 bulan, pemeriksaan ibu hamil, pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri, hingga pendampingan terhadap keluarga berisiko stunting," ujar Mahlan.
Kapasitas kader diperkuat melalui pemanfaatan aplikasi Human Development Worker elektronik (eHDW) oleh Kader Pembangunan Manusia (KPM). Aplikasi itu dipakai untuk pendataan dan konsolidasi data bersama pemerintah desa serta tenaga kesehatan.
Anggaran Naik Jadi Rp 114,93 Juta pada 2026
Komitmen Desa Kahala diperkuat melalui Peraturan Desa Nomor 4 Tahun 2024 tentang Inovasi Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting. Pemerintah desa juga meningkatkan dukungan anggaran untuk program tersebut.
Pada 2025, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 104,98 juta. Jumlah itu meningkat menjadi Rp 114,93 juta pada 2026.
Kahala CERIA Manfaatkan Ikan Sungai sebagai Makanan Tambahan
Mahlan mengenalkan inovasi unggulan "Kahala CERIA" (Keluarga Kahala Cegah Stunting, Ibu dan Anak Sehat Bahagia). Inovasi tersebut memaksimalkan potensi pangan lokal berupa ikan sungai sebagai sumber makanan tambahan bergizi.
"Kahala CERIA juga diwujudkan melalui Dapur Sehat Desa serta Program Seluang atau Sentuhan Kasih untuk Keluarga Kurang Gizi. Program ini diperkuat oleh Posyandu Gembira Ramah Anak dan Posyandu Kawasan," tambahnya di hadapan Tim Penilai Pusat dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT).
Tujuh Variabel yang Diuji Tim Penilai Pusat
Setelah pemaparan selama 20 menit oleh Kepala Desa, kegiatan dilanjutkan dengan penguatan materi dari pihak Kecamatan Kenohan, DPMD Kabupaten Kukar, dan DPMPD Provinsi Kaltim. Sesi tanya jawab bersama Tim Penilai Pusat menutup rangkaian penilaian.
Proses penilaian wawancara mencakup tujuh variabel utama. Ketujuhnya meliputi pelaksanaan Rembuk Stunting Tingkat Desa, konvergensi P3S tingkat desa, kinerja KPM, komitmen pemerintah desa, pembinaan pelaku kelembagaan P3S, pelaksanaan monitoring dan evaluasi, serta inovasi desa.